Selasa, 04 November 2025

TERJEBAK DALAM PANJANGNYA TREK GUNUNG BUTHAK

 


Gunung Buthak, atau yang sering dikenal dengan miniatur gunung argopuro, mungkin panoramanya tak segemilang Semeru atau Arjuno. Namun, bagi para pendaki yang pernah menjejakkan kaki di puncaknya yang luas, satu hal yang pasti: treknya benar-benar panjang! Dengan ketinggian 2.868 mdpl, gunung yang berada di antara Malang dan Blitar ini menawarkan pengalaman pendakian yang menguji batas fisik dan mental, terutama bagi mereka yang memilih jalur yang terkenal 'ramah tapi jauh' seperti via Panderman.

🚶‍♀️ Jalur Panjang, Pemandangan Menawan
Kami memilih jalur via Panderman, jalur yang konon katanya cocok untuk pemula. Benar, tanjakannya memang relatif landai di awal. Tapi jangan salah sangka, kelandain itu justru "hadiah" yang harus dibayar dengan jarak tempuh yang luar biasa panjang!
Bayangkan, perjalanan yang diperkirakan normalnya memakan waktu 8−10 jam pendakian. Setiap pos ke pos terasa seperti maraton mini. Ada satu titik yang paling terkenal: Tanjakan PHP (Pemberi Harapan Palsu). Dinamakan demikian karena setiap kali kita merasa sudah mencapai puncak tanjakan, ternyata masih ada tanjakan lain di depannya!

Pintu Rimba menuju Pos 1 (Pos Latar Ombo): Diawali dengan jalan setapak di antara ladang dan hutan pinus. Masih santai, tapi sudah mulai terasa ‘jauhnya’.
Pos 1 ke Pos 2: Di sinilah PHP dimulai. Jalur mulai naik konstan, melewati hutan rapat dan terkadang diselimuti kabut yang menambah kesan misterius.
Pos 2 ke Pos 3 (Hutan Lumut/Camp Area): Trek semakin menguras tenaga. Kita akan melewati hutan lumut yang lembap dan pekat, membuat langkah kaki terasa lebih berat.
Pos 3 ke Sabana/Camp Area Utama: Akhirnya, setelah berjam-jam 'terjebak' di rimbunnya hutan, kita akan tiba di surga Gunung Buthak: Sabana yang luas dan indah. Di sini lah para pendaki biasa mendirikan tenda, dikelilingi bunga Edelweiss yang bermekaran (terutama bulan Juli-Agustus).

🤯 Bukan Fisik Saja, Tapi Mental!
Trek yang panjang ini benar-benar menguji mental. Rasa bosan, lelah, dan pertanyaan "Kapan sampainya?" pasti menghinggapi. Setiap jam berjalan, setiap pos yang dilewati, adalah pertempuran kecil melawan diri sendiri.

📝 Tips dari saya: Bawalah cemilan yang cukup untuk 'penambah semangat' di tengah perjalanan. Dan yang terpenting, nikmati setiap prosesnya. Keindahan hutan pinus, rimbunnya lumut, hingga udara sejuk pegunungan adalah teman seperjalanan terbaik.

🌅 Hadiah di Ujung Penderitaan
Setelah melewati trek yang seolah tak berujung, segala lelah dan kejenuhan terbayar lunas saat tiba di Sabana Buthak. Di tempat ini, Anda akan disuguhi hamparan padang rumput, Area camping yang super luas dan datar, jarang ditemukan di puncak gunung lain. Pemandangan 360 Derajat.
Dari puncaknya, Anda bisa melihat gagahnya Gunung Arjuno, Welirang, Kawi, bahkan Kelud dan  Semeru (jika cuaca cerah). Momen Matahari Terbit dan Terbenam kalian bisa menyaksikan lautan awan dari puncak, di mana semburat jingga dan ungu menghiasi langit. Sebuah pemandangan yang akan membuat Anda lupa betapa panjangnya perjalanan yang baru saja dilewati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERTIPU TREK LANDAI PUTHUK GRAGAL : KISAH DIBALIK SENYUMAN AWAL

  Puthuk Gragal. Siapa yang tidak tertarik dengan namanya? Puncak kecil di kawasan Mojokerto yang sering disebut-sebut sebagai 'pendakia...